Blitar – Upaya mematangkan kesiapan calon jamaah haji terus dilakukan melalui kegiatan Praktek Manasik Haji Terintegrasi 2026 yang digelar oleh Kementerian Haji dan Umroh Kota Blitar bekerja sama dengan IPHI, KBIHU An-Nahdliyah, dan KBIHU Zeha, pada Ahad (5/4/2026).
Sebanyak 160 calon jamaah haji mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Kegiatan ini dirancang sebagai simulasi nyata rangkaian ibadah haji, sehingga jamaah tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung setiap tahapan ibadah.
Dimulai dari Pembekalan di Kantor Kemenhaj
Kegiatan diawali dengan pembekalan di kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Blitar. Para jamaah mendapatkan arahan teknis sekaligus penguatan pemahaman terkait urutan pelaksanaan ibadah haji.
Suasana tampak serius namun penuh semangat. Para jamaah menyimak setiap penjelasan sebagai bekal penting sebelum memasuki simulasi praktik.
Dalam praktiknya, para jamaah menjalani tahapan ibadah secara runtut, menyerupai kondisi di Tanah Suci.
Tahapan diawali dengan ihram, yakni niat berhaji yang dilakukan sesuai miqat yang telah ditentukan, dalam simulasi ini dilaksanakan di kawasan Hotel Bendo City. Momen ini menjadi titik awal perubahan status jamaah, dari aktivitas biasa menuju ibadah penuh kesucian.
Selanjutnya, jamaah menjalani simulasi mabit di Muzdalifah dan mabit di Mina, dua fase penting yang membutuhkan ketahanan fisik dan kesabaran. Dalam praktik ini, jamaah diajak memahami bagaimana mengatur waktu, menjaga kondisi tubuh, serta tetap fokus dalam ibadah.
Rangkaian berlanjut dengan lempar jumrah di tiga titik, yaitu Aqabah, Wusta, dan Ula. Praktik ini menjadi salah satu bagian penting yang memerlukan ketepatan tata cara serta pemahaman makna spiritual di baliknya.
Sebagai penutup, jamaah juga mempraktikkan thawaf wada’, yaitu thawaf perpisahan bagi jamaah yang akan meninggalkan Makkah.
Bekal Nyata Menuju Tanah Suci
Kegiatan praktek manasik ini memberikan pengalaman yang mendekati kondisi nyata di Tanah Suci. Para jamaah tidak hanya belajar urutan ibadah, tetapi juga merasakan dinamika pelaksanaan, mulai dari perpindahan lokasi hingga manajemen waktu.
Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan dalam mengikuti setiap tahapan. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya dan mengulang praktik agar benar-benar memahami setiap detail.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh calon jamaah haji Kota Blitar memiliki kesiapan yang matang, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pembimbing menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.
Praktek Manasik Haji Terintegrasi 2026 ini bukan sekadar simulasi, melainkan langkah nyata dalam mempersiapkan perjalanan suci yang penuh makna.
Dari Blitar, langkah itu dimulai—menuju Tanah Suci dengan harapan besar: menjadi haji yang mabrur, penuh keberkahan dan ridha Allah SWT.























0 Komentar