BLITAR — Salah satu rangkaian penting dalam perjalanan ibadah haji adalah ARMUZNA, yaitu perjalanan jemaah melalui Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Rangkaian ini membutuhkan kesiapan fisik, ketenangan, kesabaran, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan petugas.

Materi “Proses Perjalanan ARMUZNA” yang disusun oleh Drs. H. Sukri Alfi, MM., Ketua IPHI Kota Blitar, memberikan gambaran tahapan yang perlu dilalui jemaah mulai dari persiapan menuju Arafah sampai rangkaian haji selesai.

1. Persiapan Berangkat Menuju Arafah

Sebelum berangkat menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf, jemaah melakukan sejumlah persiapan.

Dalam materi tersebut, persiapan meliputi:

- mandi dan berwudu;

- memotong rambut atau kuku;

- mandi dan merapikan diri;

- mengenakan pakaian ihram;

- melaksanakan salat sunah ihram;

- membaca niat haji;

- membaca talbiyah;

- membaca shalawat Nabi;

- membaca doa.

Setelah persiapan selesai, jemaah berangkat menuju Arafah menggunakan bus yang telah disiapkan. Jemaah diingatkan untuk mengikuti petunjuk TPHI dan tidak mengatur perjalanan sendiri. Selama perjalanan, jemaah dianjurkan memperbanyak membaca talbiyah, shalawat, dan doa.


2. Tiba di Arafah dan Melaksanakan Wukuf

Setelah sampai di Arafah, jemaah menuju tenda yang telah disiapkan. Arafah menjadi tempat berlangsungnya wukuf, salah satu bagian penting dalam rangkaian ibadah haji.

Materi juga memuat rangkaian kegiatan selama berada di Arafah, antara lain khutbah wukuf, salat jamak qashar, dan doa wukuf.

Di Arafah, jemaah dapat memperbanyak doa dan ibadah dengan penuh kekhusyukan.

3. Dari Arafah Menuju Muzdalifah

Setelah menyelesaikan rangkaian di Arafah, perjalanan jemaah dilanjutkan menuju Muzdalifah.

Sesampainya di Muzdalifah, jemaah melaksanakan mabit. Materi juga mencantumkan doa ketika sampai di Muzdalifah sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar mendapatkan pertolongan, perlindungan, dan terkabulnya berbagai hajat.

Salah satu kegiatan yang dilakukan di Muzdalifah adalah mencari atau menyiapkan kerikil yang berkaitan dengan pelaksanaan lempar jumrah.

4. Melanjutkan Perjalanan ke Mina

Dari Muzdalifah, jemaah kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mina.

Di Mina, jemaah melanjutkan rangkaian ibadah dengan menuju kawasan Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah.

Salah satu tahapan yang dicantumkan dalam materi adalah melontar Jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah.

5. Tahallul Awal

Setelah rangkaian lempar Jumrah Aqabah, jemaah memasuki tahapan tahallul awal.

Tahallul menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian perjalanan ibadah haji setelah pelaksanaan amalan yang berkaitan dengan hari Nahr.

6. Nafar Awal atau Nafar Sani

Setelah berada di Mina, jemaah melanjutkan rangkaian melontar jumrah sesuai dengan tahapan yang dijalankan.

Materi menjelaskan adanya Nafar Awal pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah. Sementara itu, bagi yang mengambil Nafar Sani, rangkaian dilanjutkan hingga tanggal 13 Zulhijah.

Pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, materi mencantumkan pelaksanaan lempar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.

Dengan demikian, jemaah perlu memperhatikan jadwal dan mengikuti arahan petugas agar seluruh rangkaian dapat dilaksanakan dengan tertib.

7. Dari Mina Kembali ke Makkah

Setelah menyelesaikan rangkaian di Mina, jemaah melakukan persiapan untuk kembali menuju Makkah.

Perjalanan dari Mina menuju Makkah menjadi bagian lanjutan sebelum jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah haji berikutnya.

8. Melaksanakan Tawaf Ifadah

Sesampainya di Makkah, salah satu rangkaian yang dicantumkan dalam materi adalah Tawaf Ifadah.

Tawaf Ifadah menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji. Setelah rangkaian perjalanan dan ibadah tersebut dilaksanakan, materi ditutup dengan keterangan bahwa proses haji telah selesai.

ARMUZNA Mengajarkan Kesabaran dan Kedisiplinan

Perjalanan ARMUZNA menggambarkan perjalanan jemaah yang cukup panjang, mulai dari persiapan menuju Arafah, melaksanakan wukuf, menuju Muzdalifah untuk mabit, melanjutkan perjalanan ke Mina, melaksanakan lempar jumrah, tahallul, memilih Nafar Awal atau Nafar Sani, hingga kembali ke Makkah dan melaksanakan Tawaf Ifadah.

Setiap tahapan membutuhkan kesiapan dan kedisiplinan. Jemaah juga perlu memperhatikan arahan petugas, menjaga kebersamaan dengan rombongan, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperbanyak doa dan ibadah.

Melalui pemahaman terhadap alur perjalanan ARMUZNA, diharapkan jemaah dapat lebih siap menghadapi rangkaian perjalanan tersebut sehingga dapat menjalaninya dengan tenang, tertib, dan penuh kekhusyukan.

ARMUZNA bukan hanya perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Ia merupakan rangkaian perjalanan ibadah yang mengajarkan kesabaran, ketaatan, kebersamaan, dan ketundukan kepada Allah SWT.

Semoga seluruh jemaah yang menjalankan rangkaian ibadah haji diberikan kesehatan, kemudahan, keselamatan, dan kelancaran hingga seluruh rangkaian ibadah selesai serta memperoleh haji yang mabrur.

Berikut dokumentasi yang berhasil dihimpun redaksi