KBIHU An-Nahdliyah Kembali Gelar Praktik Manasik Haji bagi Calon Jamaah Haji

Blitar – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) An-Nahdliyah kembali menggelar kegiatan praktik manasik haji sebagai bagian dari pembinaan intensif bagi calon jamaah haji. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan calon jamaah haji dengan estimasi keberangkatan pada tahun 2026 dan 2027.

Praktik manasik haji tersebut dilaksanakan pada Ahad, 21 Desember 2025, bertempat di Masjid Baitul Anwar dan area lapangan yang berlokasi di Jalan Turi Selatan, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB dengan suasana yang tertib, khidmat, dan penuh antusiasme dari para peserta.

Sejak pagi hari, para calon jamaah mengikuti rangkaian simulasi ibadah haji secara langsung, mulai dari niat hingga tahapan akhir. Praktik ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh agar jamaah tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga terbiasa dengan alur dan tata cara pelaksanaan ibadah haji yang sesuai tuntunan syariat.

Dalam praktik manasik tersebut, pembimbing KBIHU An-Nahdliyah memandu jamaah melalui tahapan-tahapan utama ibadah haji, di antaranya:

  1. Niat dan Ihram dari Miqat, meliputi mandi sunah, wudu, salat sunah ihram, niat haji, dan pembacaan talbiyah serta penggunaan pakaian ihram sesuai ketentuan.
  2. Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah sebagai rukun haji yang paling utama.
  3. Mabit di Muzdalifah, termasuk praktik mengumpulkan batu kerikil untuk jumrah.
  4. Melempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah.
  5. Tahalul Awal, dengan mencukur atau memotong rambut sebagai tanda berakhirnya sebagian larangan ihram.
  6. Tawaf Ifadah di Masjidil Haram.
  7. Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.
  8. Tahallul Kedua (Tahallul Tsani) sebagai tanda berakhirnya seluruh larangan ihram.
  9. Mabit di Mina pada Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah).
  10. Melempar Tiga Jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) selama Hari Tasyrik.
  11. Tawaf Wada, sebagai tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Kota Makkah.

Seluruh tahapan tersebut dipraktikkan secara runtut dan disertai penjelasan mendalam oleh para pembimbing agar jamaah benar-benar memahami makna, rukun, dan wajib haji.

Usai pelaksanaan praktik manasik haji dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama pada pukul 09.00 WIB. Momen ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara calon jamaah, pembimbing, dan pengurus KBIHU An-Nahdliyah.

Melalui kegiatan ini, KBIHU An-Nahdliyah berharap para calon jamaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih siap, mandiri, dan sesuai tuntunan, sehingga mampu meraih predikat haji yang mabrur ketika tiba waktunya menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Berikut dokumentasi yang berhasil dihimpun redaksi






























0 Komentar