Puluhan Calon Jamaah Ikuti Praktek Manasik Haji KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar, Menguatkan Langkah Menuju Haji Mabrur
Blitar – Suasana pagi di Lapangan Mareno, Jl. Belawan, Bendo, Kepanjenkidul, Kota Blitar, Ahad (15/2/2026), terasa berbeda dari biasanya. Sejak pukul 06.00 WIB, puluhan calon jamaah haji telah memadati area lapangan dengan wajah penuh harap dan hati yang bergetar. Mereka hadir mengikuti kegiatan Praktek Manasik Haji yang diselenggarakan oleh KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan spiritual dan teknis menuju pelaksanaan ibadah haji. Tidak sekadar latihan gerakan, manasik ini adalah perjalanan batin—menguatkan niat, meluruskan tujuan, serta meneguhkan tekad untuk meraih haji yang mabrur.
Sejak pagi, para peserta tampak khusyuk mengikuti setiap arahan. Dengan mengenakan pakaian yang menyerupai ihram, mereka mempraktikkan tahapan-tahapan ibadah haji secara runtut, mulai dari niat, tawaf, sa’i, hingga simulasi wukuf dan lempar jumrah. Setiap langkah diiringi penjelasan mendalam agar para jamaah tidak hanya paham secara teknis, tetapi juga memahami makna spiritual di balik setiap ritual.
Beberapa jamaah terlihat menitikkan air mata ketika membayangkan diri mereka benar-benar berdiri di Padang Arafah kelak. Ada rasa haru yang tak terbendung—perjalanan panjang menabung, menunggu antrean bertahun-tahun, hingga akhirnya panggilan Allah semakin dekat di depan mata.
“Manasik ini bukan hanya soal tata cara, tetapi tentang kesiapan hati. Kita ingin jamaah berangkat dengan ilmu, pulang dengan kemabruran,” ungkap salah satu pembimbing dengan suara penuh ketulusan.
Lapangan Mareno pagi itu menjadi saksi semangat dan kesungguhan para tamu Allah. Satu demi satu gerakan dipraktikkan dengan penuh perhatian. Mereka saling menguatkan, saling mengingatkan, dan bersama-sama menata niat agar ibadah yang akan dijalani benar-benar menjadi momentum perubahan hidup.
Kegiatan ini menegaskan komitmen KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar dalam membimbing jamaah secara menyeluruh—bukan hanya memastikan kelengkapan administrasi, tetapi juga mempersiapkan mental, fisik, dan spiritual secara matang.
Dengan adanya praktek manasik ini, diharapkan seluruh calon jamaah semakin mantap melangkah menuju Tanah Suci. Sebab haji bukan sekadar perjalanan fisik ribuan kilometer, melainkan perjalanan jiwa menuju ridha Ilahi.
Semoga setiap langkah yang dipersiapkan sejak hari ini menjadi saksi kesungguhan, dan kelak Allah SWT menganugerahkan haji yang mabrur, penuh keberkahan, serta membawa perubahan kebaikan sepanjang hayat.
0 Komentar