Blitar — Dalam suasana penuh kekhidmatan dan tanggung jawab keumatan, KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar menggelar rapat koordinasi penting yang berlangsung di Mushola PCNU Kota Blitar, Jalan Cisadane No. 9, Bendo, Kota Blitar, pada Selasa malam, 10 Februari 2026.
Rapat dimulai pukul 19.30 WIB usai shalat Isya dan berakhir hingga 23.00 WIB, menandai kesungguhan para pengurus dan pembimbing haji dalam membahas agenda strategis pelayanan jamaah. Malam yang panjang itu menjadi saksi lahirnya sejumlah keputusan penting yang menyangkut kemaslahatan umat dan kesiapan ibadah haji tahun 2026.
Dengan nuansa musyawarah yang hangat namun penuh kehati-hatian, rapat koordinasi ini membahas berbagai dinamika terkini, termasuk perkembangan kondisi di Tanah Suci dan kesiapan teknis di tingkat lokal. Setiap pendapat disampaikan dengan penuh tanggung jawab, berlandaskan prinsip kehati-hatian serta komitmen menjaga kesempurnaan ibadah para jamaah.
Dari rapat tersebut, disepakati beberapa keputusan penting, antara lain:
Pertama, KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar menunda pelaksanaan Haji Badal pada tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi di Arab Saudi yang dinilai belum memungkinkan untuk pelaksanaan haji badal secara optimal dan aman. Langkah ini menjadi bukti bahwa aspek keselamatan dan kesempurnaan ibadah tetap menjadi prioritas utama.
Kedua, dilakukan koordinasi intensif terkait persiapan praktik haji yang akan digelar di Lapangan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Praktik lapangan ini dipandang sebagai bagian penting dalam membekali jamaah agar lebih siap secara fisik, mental, dan pemahaman manasik sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Ketiga, disepakati bahwa selama bulan suci Ramadhan, seluruh kegiatan praktik rutin manasik haji diliburkan. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhusyukan ibadah Ramadhan, agar jamaah dapat lebih fokus menjalankan puasa, ibadah malam, serta amalan-amalan spiritual lainnya.
Rapat koordinasi ini menegaskan komitmen KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar untuk terus menghadirkan pelayanan bimbingan haji yang tertib, aman, dan berorientasi pada kemaslahatan jamaah. Setiap keputusan yang diambil bukan semata administratif, tetapi lahir dari musyawarah, doa, dan tanggung jawab moral yang besar.
Dengan berakhirnya rapat koordinasi tersebut, diharapkan seluruh jajaran pengurus dan pembimbing haji dapat melangkah seirama, menjaga soliditas, serta terus mengawal proses persiapan ibadah haji dengan penuh amanah.





0 Komentar