Blitar – Suasana khidmat dan penuh harap menyelimuti Masjid Ar Rahman Mayangkara pada Rabu, 25 Maret 2025. Ratusan calon jamaah haji dari kabupaten dan kota Blitar berkumpul dalam kegiatan Manasik Haji Terintegrasi, terpantau 325 jamaah mengadiri acara tersebut, sebuah ikhtiar besar dalam mempersiapkan perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenhaj Jawa Timur, Dr. Moh. As'adul Anam, menyampaikan laporan sekaligus arahan di hadapan para jamaah. Ia menegaskan bahwa manasik ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari pembinaan menyeluruh bagi calon tamu Allah.
“Manasik haji ini dirancang terintegrasi, dengan pelaksanaan empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kota. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memastikan jamaah benar-benar siap, baik secara ilmu maupun mental,” ujarnya di hadapan peserta yang memenuhi area masjid.
Data yang disampaikan turut menggambarkan keberagaman jamaah. Dari Kota Blitar sendiri tercatat sebanyak 158 jamaah, dengan rentang usia yang mencerminkan semangat lintas generasi. Jamaah tertua berusia 84 tahun 7 bulan, atas nama Slamet Azali, sementara jamaah termuda berusia 14 tahun, atas nama Raihaan Hasan. Perbedaan usia ini menjadi simbol bahwa panggilan haji melampaui batas usia, menyatukan tekad dalam satu tujuan suci.
Selain pembekalan materi manasik, aspek kesehatan juga menjadi perhatian serius. Mengacu pada regulasi Pemerintah Arab Saudi, seluruh jamaah diwajibkan menjalani tiga jenis vaksinasi, yakni COVID-19, meningitis, dan polio. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kesehatan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga momentum penguatan spiritual. Di balik setiap langkah manasik, tersimpan harapan besar agar seluruh jamaah mampu menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Dengan pembinaan yang terstruktur dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Manasik Haji Terintegrasi Blitar menjadi bukti nyata keseriusan dalam mempersiapkan perjalanan ibadah terbesar umat Islam. Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang keteguhan hati, keikhlasan, dan kesiapan menuju panggilan Ilahi.





0 Komentar