Makkah, Sabtu 30 Mei 2026 — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti rombongan jemaah haji KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar saat bersiap melaksanakan Thawaf Ifadhah di Masjidil Haram, Makkah, pada Sabtu (30/5/2026). Setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, para jemaah kini memasuki salah satu tahapan penting yang menjadi penentu kesempurnaan ibadah haji.
Thawaf Ifadhah, yang juga dikenal sebagai Tawaf Ziarah, merupakan salah satu rukun utama dalam ibadah haji yang wajib dilaksanakan dan tidak dapat digantikan. Apabila tidak dikerjakan, maka ibadah haji dinyatakan tidak sah. Karena itu, momen menuju pelaksanaan thawaf ini menjadi bagian yang sangat dinantikan sekaligus dijalani dengan penuh kesungguhan oleh para jemaah.
Sejak pagi hari, jemaah KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar tampak mempersiapkan diri dengan tertib. Para pembimbing terus memberikan arahan agar seluruh jemaah memahami tata cara pelaksanaan serta menjaga kondisi fisik di tengah padatnya aktivitas ibadah di Tanah Suci.
Secara umum, Thawaf Ifadhah dilaksanakan setelah jemaah selesai menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar Jumrah Aqabah, serta tahallul awal. Waktu utamanya dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah, namun dapat pula dilakukan pada hari-hari Tasyrik atau sebelum jemaah meninggalkan Kota Makkah.
Dalam pelaksanaannya, jemaah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dan diakhiri di garis sejajar Hajar Aswad. Bagi jemaah yang telah bertahallul, tawaf dilakukan dengan mengenakan pakaian biasa yang menutup aurat. Setelah tawaf, jemaah disunahkan melaksanakan salat dua rakaat di dekat Makam Ibrahim, kemudian dilanjutkan dengan sa’i antara Bukit Safa dan Marwah.
Kesiapan fisik dan ketenangan batin menjadi hal penting dalam menjalani ibadah ini. Dengan jumlah jemaah yang sangat padat di area Masjidil Haram, para jemaah diimbau untuk tetap bersama rombongan, menjaga stamina, serta fokus pada kekhusyukan ibadah.
Usai menyelesaikan Thawaf Ifadhah dan sa’i, jemaah akan memasuki tahallul tsani atau tahallul kedua. Pada tahap ini seluruh larangan ihram telah berakhir, sehingga ibadah haji semakin mendekati kesempurnaan.
Di tengah lautan manusia yang memadati pelataran Masjidil Haram, jemaah KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar melangkah dengan penuh keyakinan dan harapan. Setiap putaran thawaf menjadi ikhtiar spiritual yang sarat doa, munajat, dan rasa syukur. Dari Kota Blitar menuju Tanah Suci, para tamu Allah itu memanjatkan harapan terbaik: semoga seluruh rangkaian ibadah diterima Allah SWT dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

0 Komentar