KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar Bekali Jamaah dengan Materi Ibadah Umrah, Haji, dan Miqat

BLITAR – KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar kembali melaksanakan bimbingan manasik haji dan umrah sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada calon jamaah sebelum melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

Pada Ahad, 9 Agustus 2026, salah satu materi yang diberikan kepada jamaah adalah “Ibadah Umrah, Haji, dan Miqat dalam Islam”, yang disampaikan oleh H. M. Abd Rouf, Lc., Grad. Dip., MA.


Memahami Umrah dan Haji

Dalam pemaparannya, H. M. Abd Rouf menjelaskan berbagai aspek penting berkaitan dengan ibadah umrah dan haji. Jamaah diberikan pemahaman mengenai syarat, rukun, kewajiban, hingga keutamaan ibadah umrah.

Materi menjelaskan bahwa syarat umrah antara lain beragama Islam, baligh dan berakal, merdeka, memiliki kemampuan berupa bekal, kendaraan dan anggaran, serta adanya mahram khusus bagi perempuan.

Jamaah juga mendapatkan penjelasan mengenai keutamaan umrah, di antaranya meningkatkan keimanan, memberikan ketenangan hati, menambah kesabaran, serta menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Miqat Menjadi Bagian Penting dalam Manasik

Salah satu pembahasan utama dalam bimbingan tersebut adalah miqat, yaitu batas yang telah ditentukan sebagai tempat atau waktu dimulainya ibadah haji dan umrah.

Pemateri menjelaskan bahwa miqat terbagi menjadi dua, yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani merupakan batas berdasarkan waktu, sedangkan miqat makani merupakan batas berdasarkan tempat.

Dalam materi juga dijelaskan beberapa miqat yang telah ditetapkan, di antaranya Dzul Hulaifah (Bir Ali) bagi penduduk Madinah, Juhfah bagi penduduk Syam, Qarnul Manazil bagi penduduk Nejd, dan Yalamlam bagi penduduk Yaman. Sementara untuk penduduk Irak disebutkan Dzatu 'Irqin.

Praktik Persiapan di Tempat Miqat

Tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, materi manasik juga membekali jamaah mengenai kegiatan yang dilakukan ketika berada di tempat miqat.

Tahapannya antara lain mandi sunah ihram dan berwudhu, mengenakan pakaian ihram, salat sunah, berniat ihram, membaca talbiyah, membaca shalawat, serta membaca doa.

Jamaah juga diperlihatkan tata cara mengenakan pakaian ihram serta contoh pakaian ihram bagi laki-laki dan perempuan melalui materi visual.

Mengenal Tempat Miqat Umrah

Dalam pemaparan juga dikenalkan beberapa lokasi tanah halal yang berkaitan dengan pelaksanaan umrah, antara lain Ji'ranah, Tan'im, dan Hudaibiyah.

Ji'ranah disebut berada sekitar 24 kilometer sebelah timur Makkah, Tan'im sekitar 8 kilometer dari Makkah dan dikenal dengan Masjid Aisyah, sedangkan Hudaibiyah disebut sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram.

Pembahasan Miqat Jamaah Indonesia melalui Jeddah

Persoalan yang juga mendapatkan perhatian dalam materi adalah mengenai jamaah Indonesia yang tiba melalui Jeddah dan selanjutnya langsung menuju Makkah.

Pemateri memaparkan adanya perbedaan pendapat mengenai kemungkinan menjadikan Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sebagai tempat memulai ihram. Salah satu pendapat menyatakan bahwa Jeddah bukan termasuk miqat yang telah ditetapkan, sementara pendapat lainnya membolehkan Jeddah sebagai alternatif miqat makani berdasarkan sejumlah pertimbangan fikih.

Materi juga mencatat adanya fatwa MUI pada tahun 1980, 1981, dan 2006 mengenai kebolehan berihram dari Bandara Jeddah, dengan pertimbangan bahwa persoalan miqat bagi jamaah Indonesia yang langsung menuju Makkah termasuk persoalan ijtihadiyah.

Membekali Jamaah agar Lebih Siap Beribadah

Melalui bimbingan manasik ini, KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar berupaya memastikan calon jamaah tidak hanya memahami rangkaian ibadah secara teori, tetapi juga mengetahui apa yang harus dipersiapkan, kapan harus berniat ihram, di mana mengambil miqat, serta bagaimana menjalankan tahapan ibadah sesuai tuntunan yang dipelajari.

Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan, ketenangan, dan pemahaman jamaah dalam menjalankan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci.

KBIHU An-Nahdliyah Kota Blitar — Membimbing dengan ilmu, melayani dengan amanah, menuju ibadah yang mabrur.






0 Komentar